<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Peternakan MINGGUAN INDONESIA</title>
	<atom:link href="http://peternakan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://peternakan.wordpress.com</link>
	<description>Pers Praktis untuk Keagungan Bangsa Kepulauan Nusantara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Oct 2007 06:09:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='peternakan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Peternakan MINGGUAN INDONESIA</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://peternakan.wordpress.com/osd.xml" title="Peternakan MINGGUAN INDONESIA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://peternakan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Petaka Sodom dan Gomora</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/petaka-sodom-dan-gomora/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/petaka-sodom-dan-gomora/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 06:07:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/petaka-sodom-dan-gomora/</guid>
		<description><![CDATA[Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi hantu yang sama menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom dan Gomora modern. Agroindustri unggas modern sebenarnya telah menentang alam, sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus diubah, bukan hanya sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian kapling. Flu sebenarnya merupakan penyakit lama. Ada tiga tipe virus influenza: tipe A yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=18&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi hantu yang sama menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom dan Gomora modern. <span id="more-18"></span></p>
<p>Agroindustri unggas modern sebenarnya telah menentang alam, sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus diubah, bukan hanya sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian kapling. </p>
<p>Flu sebenarnya merupakan penyakit lama. Ada tiga tipe virus influenza: tipe A yang bisa menyerang hewan maupun manusia dan tipe B serta C yang hanya bisa menyerang manusia. Virus tipe A masih terdiri atas beberapa subtipe, yakni H (1-15) dan N (1-9). AI sendiri sudah terdeteksi sejak 1978 di Italia, tetapi AI subtipe baru dengan virus H5N1 pertama kali terdeteksi di Hongkong tahun 1997. Sejak itu, flu burung menjadi mirip AIDS, menimbulkan gejolak atas bisnis perunggasan, sekaligus mengancam hidup manusia. </p>
<p>Ketika AI menyerang unggas, virus ini belum menjadi wabah yang mendunia. Agroindustri perunggasan lalu menjadi massal dan mendunia, dengan benih (DOC/DOD), pakan, hormon pertumbuhan, antibiotik, dan obat-obatan dalam dosis tinggi secara intensif. Inilah pemicu utama terciptanya virus subtipe baru. Terlebih setelah agroindustri peternakan hanya mementingkan keuntungan, tanpa memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan. </p>
<p>Wabah sapi gila di Inggris juga kutukan. Virus penyakit gila ini sebenarnya hanya berjangkit pada domba, dan tidak pernah menjadi wabah. Namun, agroindustri peternakan di Inggris terlalu rakus. Limbah dari rumah potong hewan, terutama tulang-tulang—terdiri tulang domba, kambing, sapi, babi, dan ternak lain—digiling dan dicampurkan ke konsentrat. Tujuannya adalah efisiensi. Dampaknya, terjadi degradasi genetik dan penularan penyakit. Penyakit gila yang sebelumnya hanya menyerang domba berjangkit pula ke sapi. </p>
<p>&#8220;Nuggets&#8221; dan sosis tulang </p>
<p>Pada agroindustri perunggasan, terutama ayam petelur, yang akan dipelihara hanyalah DOC betina. DOC jantan harus dibuang. Jika DOC jantan diberikan kepada ikan, dampak negatifnya hampir tidak ada. Namun sekali lagi demi efisiensi, DOC jantan langsung dimasukkan ke penggilingan dan dicampurkan ke pakan. &#8220;Kanibalisme&#8221; inilah antara lain yang telah mengakibatkan degradasi genetik, sekaligus ikut berperan memicu terciptanya virus AI subtipe baru. </p>
<p>Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, tampaknya konsumen kurang jeli melihat (atau tidak menduga) sosis (sapi dan ayam), nuggets (ayam), dan kornet (sapi), yang dikonsumsi, sebenarnya bukan dari daging, tetapi limbah tulang-belulang. Limbah rumah pemotongan hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan limbah berupa tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan sedikit daging yang masih melekat. Tulang kerasnya dipisahkan dan disebut MBM atau meat and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri pakan ternak, termasuk unggas. </p>
<p>Tulang rawan, urat, sumsum, dan daging disebut meat and debone meal (MDM). Produk inilah yang semula menjadi bahan campuran industri sosis, kornet, dan nuggets. Kini, MDM menjadi bahan utama makanan pabrik itu. Terlebih dalam sosis ayam. Yang dimaksud MDM unggas sebenarnya semua limbah ayam digiling, sebab sekeras apa pun tulang ayam masih amat lunak untuk menjadi sosis dan nuggets. Kita tidak pernah diberi tahu oleh Asosiasi Produsen Makanan Olahan Daging (National Association Meat Producer = NAMPA), berapa persen sebenarnya kandungan MDM pada tiap sosis dan nuggets. Jangan-jangan sudah 100 persen. </p>
<p>Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah melawan hukum alam, sekaligus hukum Allah. Sapi dan domba aslinya herbivora. Dalam industri modern mereka dipaksa menjadi karnivora, bahkan kanibal. Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta cacing. Tetapi mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak yang karnivora pun tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah memaksa ayam dan itik menjadi kanibal. Bahkan DOC, anak ayam yang baru menetas pun, harus kembali digiling untuk dimakan oleh induk-induk mereka. Ini sudah lebih sadis dibanding kisah Sodom dan Gomora. </p>
<p>Limbah dari AS </p>
<p>Rakyat AS relatif cerdas dalam melihat &#8220;penyimpangan&#8221; atas hukum alam ini. Selain cerdas, mereka kaya. Itu sebabnya mereka tidak menyantap bagian lain dari ayam, kecuali daging dada. Kulit, daging paha, daging sayap, hati, ampela, tabu disantap. Apalagi kepala, leher, pantat, dan ceker. Semua itu harus dibuang. Lembaga konsumen AS juga ketat hingga limbah itu tidak bisa digiling begitu saja dan dijadikan pakan. Kasus sapi gila di Inggris membuat rakyat AS lebih waspada. </p>
<p>Ke manakah limbah yang masih layak makan itu dibuang? Tentu ke negara yang penduduknya banyak dan ekonominya lemah. Sasaran utama membuang paha dan sayap ayam adalah RRC, India, dan Indonesia. MDM hasil penggilingan limbah unggas juga dibuang ke negara berkembang dan negara miskin. Untuk sarana pembuangan, kota-kota besar di negara berkembang siap dengan restoran cepat saji dan pasar swalayan. Saat memungut sosis ayam dan nuggets, ibu-ibu pasti tak pernah membayangkan, bahan utama produk itu bukan daging, tetapi limbah. </p>
<p>Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, sebab mereka bukan pengusaha yang punya kapling dalam Gabungan Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi). Jika para peternak itik yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah dalam menerima petaka Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu burung. </p>
<p>F Rahardi Wartawan; Penyair </p>
<p>Kompas- Jumat, 19 Januari 2007  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=18&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/petaka-sodom-dan-gomora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Pakan Terus Naik, Peternak Unggas Terancam Gulung Tikar</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/harga-pakan-terus-naik-peternak-unggas-terancam-gulung-tikar/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/harga-pakan-terus-naik-peternak-unggas-terancam-gulung-tikar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 06:06:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/harga-pakan-terus-naik-peternak-unggas-terancam-gulung-tikar/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah dihantam isu wabah flu burung, kondisi sektor perunggasan nasional semakin diperparah akibat kenaikan harga bahan baku pakan selama setahun terakhir. Pemerintah hendaknya segera membuat kebijakan positif sehingga peternak dapat menghasilkan unggas murah yang terjangkau konsumen. &#8220;Kami selalu berupaya menekan harga produksi unggas agar masyarakat dapat membeli ayam dengan harga murah untuk memenuhi kebutuhan gizinya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=17&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah dihantam isu wabah flu burung, kondisi sektor perunggasan nasional semakin diperparah akibat kenaikan harga bahan baku pakan selama setahun terakhir. Pemerintah hendaknya segera membuat kebijakan positif sehingga peternak dapat menghasilkan unggas murah yang terjangkau konsumen. <span id="more-17"></span></p>
<p>&#8220;Kami selalu berupaya menekan harga produksi unggas agar masyarakat dapat membeli ayam dengan harga murah untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Tetapi, harga bahan baku pakan yang terus naik sangat memberatkan kami,&#8221; kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Perunggasan Indonesia Anton Supit di Jakarta, Kamis (26/4). </p>
<p>Dua bahan baku yang sangat penting dalam memproduksi pakan ternak adalah tepung daging dan tulang (meat bone meal/ MBM) serta jagung. Komponen MBM berkontribusi maksimal 5 persen, sedangkan jagung sekitar 50 persen. </p>
<p>Harga jagung terus naik karena perebutan untuk kebutuhan pangan dan bahan bakar nabati. Sementara harga MBM cenderung naik karena keterbatasan jumlah importir. </p>
<p>Harga jagung internasional Januari 2006 ke Januari 2007 sudah naik dari 130 dollar AS menjadi 235 dollar AS per ton. Bea masuk jagung sebesar 5 persen yang berlaku saat ini semakin membebani harga pakan. </p>
<p>Dampaknya, ongkos produksi pakan ternak bertambah sedikitnya Rp 500 per kilogram (kg), sementara harga MBM 350-370 dollar AS per ton. </p>
<p>Peternak merugi </p>
<p>Kondisi tersebut tidak menguntungkan sekitar 2,5 juta peternak. Mereka terbebani kenaikan harga dari Rp 2.700 menjadi Rp 3.300 per kg untuk pakan ayam pedaging (ras) dan dari Rp 1.700 menjadi Rp 2.200 per kg untuk pakan ayam petelur. </p>
<p>Saat ini saja peternak merugi karena harga jual ayam ras di kandang Rp 4.000-Rp 5.000 per kg. Harga ini jauh dari harga ideal untuk balik modal sebesar Rp 7.500 per kg. </p>
<p>Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Fenni Gunadi mengungkapkan, industri pakan ternak semakin terbebani dengan terbatasnya jumlah importir MBM dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. </p>
<p>Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia Don Utoyo mengungkapkan, sudah saatnya pemerintah membantu sektor perunggasan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Tanpa bantuan pemerintah, pertumbuhan sektor perunggasan dan industri pendukungnya tetap stagnan. </p>
<p>Mantan Menteri Pertanian periode 2001-2004 Bungaran Saragih mengatakan, pemerintah sebaiknya segera menghapus kebijakan yang memberatkan sektor agrobisnis dan industri pendukungnya. </p>
<p>Menurut Bungaran, bea masuk jagung diterapkan ketika harga jagung nasional sedang anjlok. Tujuannya, agar industri pakan ternak menyerap produksi jagung nasional sehingga ada insentif bagi petani. </p>
<p>&#8220;Kalau harga internasional dengan sendirinya sudah tinggi, untuk apa lagi ada bea masuk sekarang? Ketentuan itu sudah dapat dihapus karena petani jagung tidak perlu diproteksi lagi,&#8221; ujar Bungaran. (ham) Jakarta, Kompas &#8211; Jumat, 27 April 2007  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=17&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/harga-pakan-terus-naik-peternak-unggas-terancam-gulung-tikar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ditjen Peternakan tentang Daging</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/ditjen-peternakan-tentang-daging/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/ditjen-peternakan-tentang-daging/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 06:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/ditjen-peternakan-tentang-daging/</guid>
		<description><![CDATA[Sehubungan dengan tulisan di Kompas (16/10) kolom &#8220;Analisis Ekonomi&#8221; oleh Bustanul Arifin tentang &#8220;Tragedi Perdagangan Produk Daging Berbahaya&#8221;, bersama ini kami sampaikan tanggapan. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 482/Kpts/PD.620/8/2006 bukan merupakan SK pengganti No 745/1992, tetapi merupakan SK pengganti No 445/2002 tentang Pelarangan Pemasukan Ternak Ruminansia dan Produknya dari negara tertular Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE). [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=16&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehubungan dengan tulisan di Kompas (16/10) kolom &#8220;Analisis Ekonomi&#8221; oleh Bustanul Arifin tentang &#8220;Tragedi Perdagangan Produk Daging Berbahaya&#8221;, bersama ini kami sampaikan tanggapan. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 482/Kpts/PD.620/8/2006 bukan merupakan SK pengganti No 745/1992, tetapi merupakan SK pengganti No 445/2002 tentang Pelarangan Pemasukan Ternak Ruminansia dan Produknya dari negara tertular Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE). SK tersebut mengatur tentang persyaratan negara dan zona bebas BSE. <span id="more-16"></span></p>
<p>Juga pemasukan beberapa produk dengan persyaratan tertentu seperti daging tanpa tulang (deboned meat) untuk konsumsi pangan, dan Meat and Bone Meal (MBM) sebagai pakan unggas. Sampai saat ini belum ada persetujuan pemasukan daging tanpa tulang dari negara tertular BSE. SK Mentan No 745/1992 maupun draf revisinya mengatur tentang Pemasukan dan Pengawasan Peredaran Karkas, Daging dan Jeroan dari Luar Negeri. Dalam peraturan tersebut diatur tentang persyaratan negara harus bebas PMK yang dideklarasikan melalui OIE. Jadi, negara-negara seperti India, Brasil, dan Argentina tidak dapat mengekspor daging ke Indonesia. Di samping itu juga dipersyaratkan bebas terhadap penyakit yang lain, di antaranya adalah BSE. </p>
<p>Saat ini oleh OIE telah dideklarasi 68 negara bebas PMK, tetapi sebagian besar tidak bebas penyakit yang lain seperti negara-negara Uni Eropa yang tidak bebas penyakit BSE dan sebagian lagi negara yang tidak berpotensi ekspor ternak maupun produk ternak. Jadi, saat ini negara yang benar-benar bebas penyakit untuk ekspor daging adalah Australia dan Selandia Baru. </p>
<p>Revisi SK Mentan No 745/1992 sedang dalam proses notifikasi di WTO. Untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri berasal dari daging lokal, impor sapi bakalan, dan impor daging. Pemasukan daging ilegal saat ini adalah daging dari India yang masuk melalui pelabuhan di daerah perbatasan, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Batam, dan Sumatera Utara. Sudah diupayakan terus-menerus untuk dapat dicegah melalui koordinasi dengan jajaran karantina, kepolisian, dan Angkatan Laut serta instansi terkait lainnya. </p>
<p>Mathur Riady<br />
Direktur Jenderal Peternakan </p>
<p>Ditjen Peternakan tentang Daging </p>
<p>Sehubungan dengan tulisan di Kompas (16/10) kolom &#8220;Analisis Ekonomi&#8221; oleh Bustanul Arifin tentang &#8220;Tragedi Perdagangan Produk Daging Berbahaya&#8221;, bersama ini kami sampaikan tanggapan. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 482/Kpts/PD.620/8/2006 bukan merupakan SK pengganti No 745/1992, tetapi merupakan SK pengganti No 445/2002 tentang Pelarangan Pemasukan Ternak Ruminansia dan Produknya dari negara tertular Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE). SK tersebut mengatur tentang persyaratan negara dan zona bebas BSE. </p>
<p>Juga pemasukan beberapa produk dengan persyaratan tertentu seperti daging tanpa tulang (deboned meat) untuk konsumsi pangan, dan Meat and Bone Meal (MBM) sebagai pakan unggas. Sampai saat ini belum ada persetujuan pemasukan daging tanpa tulang dari negara tertular BSE. SK Mentan No 745/1992 maupun draf revisinya mengatur tentang Pemasukan dan Pengawasan Peredaran Karkas, Daging dan Jeroan dari Luar Negeri. Dalam peraturan tersebut diatur tentang persyaratan negara harus bebas PMK yang dideklarasikan melalui OIE. Jadi, negara-negara seperti India, Brasil, dan Argentina tidak dapat mengekspor daging ke Indonesia. Di samping itu juga dipersyaratkan bebas terhadap penyakit yang lain, di antaranya adalah BSE. </p>
<p>Saat ini oleh OIE telah dideklarasi 68 negara bebas PMK, tetapi sebagian besar tidak bebas penyakit yang lain seperti negara-negara Uni Eropa yang tidak bebas penyakit BSE dan sebagian lagi negara yang tidak berpotensi ekspor ternak maupun produk ternak. Jadi, saat ini negara yang benar-benar bebas penyakit untuk ekspor daging adalah Australia dan Selandia Baru. </p>
<p>Revisi SK Mentan No 745/1992 sedang dalam proses notifikasi di WTO. Untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri berasal dari daging lokal, impor sapi bakalan, dan impor daging. Pemasukan daging ilegal saat ini adalah daging dari India yang masuk melalui pelabuhan di daerah perbatasan, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Batam, dan Sumatera Utara. Sudah diupayakan terus-menerus untuk dapat dicegah melalui koordinasi dengan jajaran karantina, kepolisian, dan Angkatan Laut serta instansi terkait lainnya. </p>
<p>Mathur Riady<br />
Direktur Jenderal Peternakan </p>
<p>Kompas</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=16&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/ditjen-peternakan-tentang-daging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MBM Ilegal dari Eropa Diduga Terjangkit Sapi Gila</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mbm-ilegal-dari-eropa-diduga-terjangkit-sapi-gila/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mbm-ilegal-dari-eropa-diduga-terjangkit-sapi-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 05:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mbm-ilegal-dari-eropa-diduga-terjangkit-sapi-gila/</guid>
		<description><![CDATA[Aparat Bea dan Cukai, serta Karantina Hewan Tanjung Priok kini direpotkan oleh importasi 260 kontainer meat bone meal ilegal asal Spanyol yang diduga terjangkit penyakit sapi gila. BC hanya memeriksa dan menyegel 167 kontainer yang telah dilengkapi dokumen pemberitahuan impor barang, sementara sisanya belum. &#8220;Modusnya, dalam dokumen impor diberitahukan bahwa ratusan kontainer itu berisi poultry [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=15&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aparat Bea dan Cukai, serta Karantina Hewan Tanjung Priok kini direpotkan oleh importasi 260 kontainer meat bone meal ilegal asal Spanyol yang diduga terjangkit penyakit sapi gila. BC hanya memeriksa dan menyegel 167 kontainer yang telah dilengkapi dokumen pemberitahuan impor barang, sementara sisanya belum. <span id="more-15"></span> </p>
<p>&#8220;Modusnya, dalam dokumen impor diberitahukan bahwa ratusan kontainer itu berisi poultry meal atau tepung lainnya. Setelah diperiksa, ternyata berisi MBM (meat bone meal) ilegal,&#8221; kata Kepala Karantina Hewan Tanjung Priok Basir N kepada wartawan, Selasa (26/9). </p>
<p>Basir mengatakan, MBM hanya boleh diimpor dari Australia dan Selandia Baru. MBM dari negara-negara Uni Eropa dilarang karena adanya wabah penyakit sapi gila. Setelah diperiksa, ternyata 167 MBM ilegal ini mengandung tepung daging sapi dan dikhawatirkan terjangkit penyakit sapi gila atau Bovine Spongioform Ecnephalophaty (BSE). </p>
<p>Kepala Seksi Pengawasan dan Penyelidikan Kanwil IV BC Tanjung Priok GH Sutejo mengatakan MBM ilegal itu diimpor pusat koperasi sebuah angkatan. Kepala Kanwil IV BC Tanjung Priok Heru Susanto mengatakan, kerugian negara dalam kasus ini ialah Rp 721,72 juta, tetapi kerugian imateriil bisa berdampak luas. </p>
<p>Heru dan Basir mengatakan, MBM dari Eropa apalagi ilegal itu harus ditolak. Komoditas tersebut harus diekspor kembali ke negara asalnya dan itu harus dilakukan importirnya. </p>
<p>BC dan Karantina Hewan menyatakan, pihaknya bermaksud mencegah kemungkinan munculnya penyakit sapi gila di Indonesia. Karena itu, segala bentuk produk sapi dari Eropa, baik daging maupun tepung pakan ternak yang mengandung daging sapi, atau sisa dari jenis MBM, dilarang masuk ke Indonesia. Seharusnya yang diimpor dari Uni Eropa (termasuk Spanyol) hanya poultry meat meal. </p>
<p>Basir mengatakan, MBM ilegal dari Uni Eropa itu melanggar UU No 16/1992 tentang Karantina, Ikan dan Tumbuhan, serta Kepmentan 12 Juli 2002 tentang Pelarangan Pemasukan Ternak Ruminansia dan Produknya dari Negara Tertular BSE. (CAL) KOMPAS</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=15&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mbm-ilegal-dari-eropa-diduga-terjangkit-sapi-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Deptan Terlalu Dini Buka Peluang Impor MBM</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/deptan-terlalu-dini-buka-peluang-impor-mbm/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/deptan-terlalu-dini-buka-peluang-impor-mbm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 05:57:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/deptan-terlalu-dini-buka-peluang-impor-mbm/</guid>
		<description><![CDATA[Pembukaan impor tepung tulang dan tepung daging, serta daging tanpa tulang, dinilai terlalu dini. Deptan sebaiknya mendengarkan pendapat Komisi Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner. Ketua Umum Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wiwiek Bagdja di Jakarta, Senin (11/9), mengatakan, Departemen Pertanian (Deptan) terlalu dini membuka peluang impor tepung tulang dan tepung daging (meat bone meal/MBM) dan daging [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=14&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pembukaan impor tepung tulang dan tepung daging, serta daging tanpa tulang, dinilai terlalu dini. Deptan sebaiknya mendengarkan pendapat Komisi Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner. <span id="more-14"></span></p>
<p>Ketua Umum Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Wiwiek Bagdja di Jakarta, Senin (11/9), mengatakan, Departemen Pertanian (Deptan) terlalu dini membuka peluang impor tepung tulang dan tepung daging (meat bone meal/MBM) dan daging tanpa tulang (deboned meat/DM). </p>
<p>&#8220;Semua bahan yang diimpor dari luar harus ada jaminan keamanannya, yang berarti tidak menjadi pembawa bencana atau pembawa risiko penyakit, baik hewan maupun manusia. Setiap negara harus menimbang risikonya,&#8221; kata Wiwiek. </p>
<p>Ia menambahkan, bila produk tersebut diimpor dari Amerika Serikat, ada risiko yang harus dihadapi. Hingga saat ini Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) menyatakan AS berstatus controlled BSE risk, yang berarti negara dalam kondisi berisiko memunculkan adanya BSE (bovine spongiform encephalopathy/ sapi gila). Hal ini berarti AS belum bebas BSE. </p>
<p>Kalau kita impor dari AS, apakah betul MBM yang katanya untuk unggas juga berasal dari unggas? Kalau MBM dicambur dengan bahan dasar dari ruminansia, akan sangat berbahaya. </p>
<p>&#8220;Kita tak bisa mengawasi peredaran MBM yang bisa masuk ke ruminansia. OIE mengatakan impor tak boleh dilakukan dari sebuah negara atau wilayah yang berstatus controlled BSE risk atau undetermined BSE risk (tidak bisa dipastikan risiko BSE),&#8221; kata Wiwiek. </p>
<p>Ia mengusulkan, untuk menghentikan polemik ini, Deptan sebaiknya mendengarkan pendapat Komisi Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner (bukan Komisi Ahli Kesehatan Hewan seperti ditulis sebelumnya). </p>
<p>&#8220;Komisi yang beranggotakan dokter hewan memiliki otoritas itu. Komisi ini dibentuk untuk memberikan pendapat mengenai satu masalah. Komisi ahli perlu didengar, terutama untuk tindakan yang sengaja menimbulkan risiko bagi bangsa dan negara,&#8221; kata Wiwiek. </p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner tak merekomendasikan impor MBM dari negara yang tidak bebas penyakit sapi gila. Beberapa kalangan juga menyatakan senada karena melihat risikonya yang terlalu besar. </p>
<p>&#8220;Sekarang pilihannya apakah mendengar kekuatan politik atau hati nurani. Profesi kedokteran memiliki etika dan sumpah yang mengambil keputusan bukan demi kepentingan bisnis maupun politik,&#8221; kata Wiwiek. </p>
<p>Di samping persoalan teknis, ia juga menyatakan pemerintah harus mengaca mengenai kemampuan bangsa ini untuk melakukan pengawasan terhadap semua produk impor. </p>
<p>&#8220;Kalau memang mampu, seperti apa? Kalau tak mampu, pilihan kita hanya satu, yaitu dari negara yang aman. Tak usah terlalu berani ambil risiko kalau kita tidak memiliki fasilitas yang canggih. Sebaiknya dipertimbangkan betul-betul dan mendengar pendapat para pakar serta kesiapan infrastruktur. Sekali saringan bobol, kita akan menerima akibatnya,&#8221; katanya. (MAR) Kompas &#8211; 12 September 2006  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=14&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/deptan-terlalu-dini-buka-peluang-impor-mbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Rencana Impor Berisiko, Dikhawatirkan Produsen Negara Lain Menuntut Perlakuan yang Sama</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/lima-rencana-impor-berisiko-dikhawatirkan-produsen-negara-lain-menuntut-perlakuan-yang-sama/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/lima-rencana-impor-berisiko-dikhawatirkan-produsen-negara-lain-menuntut-perlakuan-yang-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 05:55:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/lima-rencana-impor-berisiko-dikhawatirkan-produsen-negara-lain-menuntut-perlakuan-yang-sama/</guid>
		<description><![CDATA[Rencana pembukaan impor komoditas yang terkait subsektor peternakan dinilai sangat berisiko dan mengancam revitalisasi pertanian. Untuk itu pemerintah diminta mempertimbangkan kembali rencana tersebut, mengingat potensi dampak negatif yang dapat ditimbulkannya. Penilaian dan peringatan itu diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo, Ketua Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia Bachtiar Moerad, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=13&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana pembukaan impor komoditas yang terkait subsektor peternakan dinilai sangat berisiko dan mengancam revitalisasi pertanian. Untuk itu pemerintah diminta mempertimbangkan kembali rencana tersebut, mengingat potensi dampak negatif yang dapat ditimbulkannya. <span id="more-13"></span></p>
<p>Penilaian dan peringatan itu diungkapkan Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo, Ketua Asosiasi Kesehatan Masyarakat Veteriner Indonesia Bachtiar Moerad, dan Ketua Pusat Informasi Pasar Unggas Nasional Hartono di Jakarta akhir pekan lalu. </p>
<p>Secara garis besar, mereka menyatakan rencana impor komoditas subsektor peternakan itu sangat berisiko dan bisa mengancam industri peternakan di dalam negeri. </p>
<p>Menurut informasi yang dikumpulkan Kompas, kelima rencana pembukaan impor itu adalah daging dari negara yang tidak bebas penyakit, tepung daging dan tulang (meat bone meal/ MBM) dari AS yang belum bebas sapi gila, impor daging ayam MDM, vaksin flu burung subtipe H5N2, dan seed virus H5N2. </p>
<p>&#8220;Rencana impor itu makin menjauhkan kita dari target revitalisasi pertanian yang dicanangkan oleh Presiden beberapa waktu yang lalu. Target itu akan rusak oleh rencana-rencana impor yang tidak hanya dapat memunculkan penyakit, tetapi juga merusak industri peternakan di dalam negeri,&#8221; kata Siswono. </p>
<p>Indonesia diincar </p>
<p>Seperti diberitakan sebelumnya, Deptan berencana untuk membuka impor daging dari negara yang tidak bebas penyakit. Deptan juga tengah mempertimbangkan untuk membuka impor tepung daging dan tulang (MBM) dari Amerika Serikat yang belum bebas sapi gila. </p>
<p>Dalam waktu dekat ini sebuah tim penilai risiko akan berangkat ke AS. Beberapa pekan lalu juga dibahas kemungkinan diimpor daging ayam dari sisa-sisa daging yang menempel pada tulang (mechanically deboned meat/MDM). </p>
<p>Indonesia merupakan pasar yang diincar oleh beberapa produsen MDM dari beberapa negara. Akan tetapi, kalangan peternak menentang rencana impor daging ayam MDM. Mereka menyatakan produk MDM akan menjadi ancaman peternakan unggas dalam negeri. Di sisi lain, bila produk ini diberi peluang masuk, maka produsen paha ayam dari AS akan menuntut hal yang sama. </p>
<p>&#8220;MDM adalah produk daging ayam yang berasal dari sisa-sisa yang masih melekat di tulang. Bila daging ini diolah, maka bisa dijadikan sosis atau nuget,&#8221; kata Ketua Pusat Informasi Pasar (Pinsar) Unggas Nasional Hartono. </p>
<p>Dari perhitungan kasar, MDM bisa masuk sampai Indonesia dengan harga sekitar Rp 6.500 per kilogram, sedangkan harga ayam lokal sekitar Rp 8.500 per kg. </p>
<p>Dengan perbedaan harga yang mencolok ini, maka MDM akan membahayakan industri unggas di dalam negeri. </p>
<p>Hartono juga mengatakan, salah satu hal yang mengkhawatirkan adalah bila impor ini dibuka, maka produsen paha ayam (CLQ) dari AS akan menuntut hal yang sama. </p>
<p>Padahal, selama ini untuk melindungi produksi dalam negeri, Indonesia menolak impor CLQ asal AS karena diragukan kehalalannya. </p>
<p>Bachtiar Moerad juga mengingatkan, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah kehalalan produk itu. Ia mencontohkan, bila daging ayam tidak berasal dari satu tempat pemotongan hewan, bagaimana bisa menjamin produk tersebut halal. </p>
<p>Sementara itu, pengadaan vaksin H5N2 pekan lalu juga sudah memasuki tahap tender. PT Biofarma menjadi pemenang impor vaksin flu burung tersebut. </p>
<p>Belum diketahui motivasi impor produk ini yang akan dilakukan pada saat Indonesia terserang virus flu burung dengan subtipe H5N1, bukan subtipe H5N2. Sedangkan mengenai informasi impor seed virus H5N2 hingga pekan lalu belum diperoleh kejelasan. </p>
<p>Direktur Kesehatan Hewan Deptan Musni Suatmojo ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum mengetahui terkait rencana impor itu. (MAR) Kompas, Senin, 07 Agustus 2006  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=13&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/lima-rencana-impor-berisiko-dikhawatirkan-produsen-negara-lain-menuntut-perlakuan-yang-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Impor MBM Rugikan Peternak, Kebijakan Deptan Bisa Memicu Kenaikan Harga Pakan</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-rugikan-peternak-kebijakan-deptan-bisa-memicu-kenaikan-harga-pakan/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-rugikan-peternak-kebijakan-deptan-bisa-memicu-kenaikan-harga-pakan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 05:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-rugikan-peternak-kebijakan-deptan-bisa-memicu-kenaikan-harga-pakan/</guid>
		<description><![CDATA[Para peternak, pengusaha pembibitan unggas, dan industri pakan ternak memprotes kebijakan Departemen Pertanian terkait persetujuan impor bahan baku pakan ternak. Kebijakan impor &#8220;tertutup&#8221; itu mendorong lonjakan harga pakan. Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU) Paulus Setiabudi, Rabu (18/7) di Jakarta, sudah cukup lama kebijakan impor tepung tulang dan tepung daging (meat and bone [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=12&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para peternak, pengusaha pembibitan unggas, dan industri pakan ternak memprotes kebijakan Departemen Pertanian terkait persetujuan impor bahan baku pakan ternak. Kebijakan impor &#8220;tertutup&#8221; itu mendorong lonjakan harga pakan. <span id="more-12"></span></p>
<p>Menurut Ketua Umum Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU) Paulus Setiabudi, Rabu (18/7) di Jakarta, sudah cukup lama kebijakan impor tepung tulang dan tepung daging (meat and bone meal/MBM) harus melewati Baker Commodities Inc. Padahal, di Amerika Serikat, banyak perusahaan sejenis yang juga memiliki kualitas dan kemampuan yang sama. </p>
<p>Akibat impor MBM hanya lewat &#8220;satu pintu&#8221;, membuat harga MBM di Indonesia melambung sampai 400 dollar AS per ton. </p>
<p>Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Don Utoyo menambahkan, jika kebijakan impor MBM dibuka lebar dengan persyaratan yang ketat, maka berdampak pada efisiensi industri pakan ternak 50 dollar AS sampai 75 dollar AS per ton. </p>
<p>Akibat tingginya harga MBM, harga jual pakan ternak juga tidak bisa ditekan. Apalagi tingginya harga MBM itu justru terjadi di tengah kenaikan harga bahan baku pakan yang lain, seperti jagung, soybean meal, dan corn guten meal/CGM. </p>
<p>Paulus menjelaskan, harga soybean meal saat ini sebesar 345 dollar AS per ton dari sebelumnya 260 dollar AS. Begitu juga CGM naik dari 300 dollar AS per ton menjadi 500 dollar AS. Harga jagung internasional juga naik karena pengaruh meningkatnya produksi biofuel. Harga jagung naik dari 150 dollar AS per ton menjadi 225 dollar AS. </p>
<p>Harga MBM di Amerika Serikat sekarang berkisar 215 dollar AS sampai 225 dollar AS per ton. Apabila sampai di negara importir (C&amp;F) maksimum harganya 300 dollar AS per ton. Namun, karena impor melalui satu pintu harga naik menjadi 400 dollar AS per ton. </p>
<p>Berdampak pada DOC </p>
<p>Tingginya harga bahan baku pakan ternak mendorong lonjakan harga ayam usia sehari atau DOC. hal itu tidak bisa dihindari mengingat harga DOC juga amat dipengaruhi harga pakan. </p>
<p>Paulus mengilustrasikan, harga DOC di Pulau Jawa saat ini Rp 3.300-Rp 3.400 per ekor. Dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 2.500-Rp 2.700, ada kenaikan sampai Rp 800 per ekor. </p>
<p>Kenaikan harga DOC dipengaruhi lonjakan harga pakan yang mencapai Rp 600-Rp 700 per kilogram. Mereka berharap, dengan tidak dimonopolinya impor MBM bisa menekan harga pakan agar tidak terus terdorong naik. </p>
<p>Sejauh ini pengiriman MBM hanya bisa dilakukan oleh Baker Commodities Inc. MBM sendiri hanya bisa diimpor lewat Profaith Trade Coy. Prosesor lain yang sudah mengajukan belum mendapatkan izin, antara lain Darling Internat Inc, Exel Corp, dan Conagra Foods Inc. Impor MBM, SBM, dan CGM tiap tahun mencapai 1,2 juta-1,5 juta ton. </p>
<p>Para peternak ayam pedaging mulai mengeluhkan tingginya harga pakan. Saudi (39), peternak warga Kendal, Jawa Tengah, mengatakan, kenaikan harga pakan memberatkan di tengah akan bangkitnya usaha peternakan pascaflu burung. (MAS) Kompas Kamis, 19 Juli 2007  </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=12&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-rugikan-peternak-kebijakan-deptan-bisa-memicu-kenaikan-harga-pakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mentan: Tidak Ada Monopoli MBM, Potensi AS Harus Dimanfaatkan Maksimal</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mentan-tidak-ada-monopoli-mbm-potensi-as-harus-dimanfaatkan-maksimal/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mentan-tidak-ada-monopoli-mbm-potensi-as-harus-dimanfaatkan-maksimal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 05:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mentan-tidak-ada-monopoli-mbm-potensi-as-harus-dimanfaatkan-maksimal/</guid>
		<description><![CDATA[Menteri Pertanian Anton Apriyantono menepis tudingan monopoli impor bahan baku pakan ternak dalam bentuk tepung tulang dan tepung daging (meat and bone meal/MBM). Dengan adanya importir MBM asal Amerika Serikat justru membuktikan kebijakan monopoli sudah dihapuskan. Menurut Mentan, selama ini impor MBM justru dimonopoli oleh dua negara, yaitu Australia dan Selandia Baru. Karena itu, harga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=11&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menteri Pertanian Anton Apriyantono menepis tudingan monopoli impor bahan baku pakan ternak dalam bentuk tepung tulang dan tepung daging (meat and bone meal/MBM). Dengan adanya importir MBM asal Amerika Serikat justru membuktikan kebijakan monopoli sudah dihapuskan. <span id="more-11"></span></p>
<p>Menurut Mentan, selama ini impor MBM justru dimonopoli oleh dua negara, yaitu Australia dan Selandia Baru. Karena itu, harga MBM di kedua negara tersebut terus naik. Untuk mencegahnya pemerintah memutuskan membuka impor MBM berdasarkan zonase dari Amerika Serikat (AS). </p>
<p>Namun, tanggapan Menteri Pertanian (Mentan) oleh Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Don Utoyo, Kamis (19/7), dinilai lari dari masalah yang sebenarnya. Menurut Don Utoyo, yang dimaksud adanya dugaan monopoli itu bukan berdasarkan negara produsen MBM. </p>
<p>&#8220;Monopoli yang dimaksudkan karena MBM dari AS didatangkan hanya oleh satu perusahaan saja,&#8221; katanya. </p>
<p>Bebas penyakit sapi gila </p>
<p>Menurut Mentan, meski impor MBM terbuka dari Australia, Selandia Baru, dan AS tetap saja MBM itu harus dari negara yang bebas penyakit sapi gila. </p>
<p>Berdasarkan data dari Ditjen Peternakan, volume impor MBM mencapai 15.000-20.000 ton per bulan. Dari jumlah itu, 50 persen berasal dari Australia, 35 persen Selandia Baru, dan hanya 15 persen dari AS. </p>
<p>&#8220;Jadi tidak benar kalau dikatakan impor MBM dari AS melalui Baker (Baker Commodities Inc) menyebabkan kenaikan harga pakan karena porsinya cuma kecil,&#8221; ujar Mentan. </p>
<p>Soal keputusan Baker Commodities Inc yang boleh memasok MBM produksi AS, karena pada saat impor dari AS dibuka Baker Commodities Inc adalah perusahaan pertama yang mengajukan dan memenuhi persyaratan. &#8220;Ini bentuk persaingan dagang yang harus disikapi dengan arif. Impor MBM dari AS terbuka untuk semuanya sepanjang memenuhi persyaratan,&#8221; kata Anton. </p>
<p>Sebelumnya, para peternak, perusahaan pembibitan unggas, dan industri pakan ternak memprotes kebijakan Deptan yang hanya mengizinkan Baker Commodities Inc memasok MBM dari AS ke Indonesia. Akibat tidak ada persaingan harga, MBM menjadi lebih mahal 50 dollar AS sampai 75 dollar AS per ton. (Kompas, 18/7). </p>
<p>Memanfaatkan AS </p>
<p>Menurut Don Utoyo, melihat menipisnya produksi MBM di Australia dan Selandia Baru sebagai dampak pemanasan global mendorong peningkatan harga MBM di dua negara tersebut hingga 415 dollar AS per ton sampai di Indonesia. </p>
<p>Di AS sendiri, harga MBM sekarang hanya sebesar 215 dollar AS per ton, atau paling mahal mencapai 250 dollar AS. Katakan ada tambahan biaya pengangkutan dan lain-lain sebesar 100 dollar AS per ton, harga MBM dari AS tetap saja lebih murah. </p>
<p>&#8220;AS saat ini merupakan produsen MBM terbesar. Produksi besar dengan harga lebih murah ini tentu harus dimanfaatkan agar industri pakan ternak, pembibitan unggas, dan para peternak lokal diuntungkan,&#8221; katanya. </p>
<p>Apabila tidak ada persaingan antarprosesor dan terjadi monopoli, maka harga pasti akan menjadi tinggi. Karena itu, persaingan harus dibuka lebar. </p>
<p>Menurut Don Utoyo, ketika keran impor MBM dari AS dibuka pemerintah berjanji akan melakukan uji coba selama lebih kurang enam bulan. Namun, setelah lebih dari enam bulan dan impor MBM dilanjutkan, tetap hanya ada satu perusahaan yang diberi izin impor. </p>
<p>MBM merupakan bahan baku pakan ternak pengganti fish meal. Ini terjadi karena harga fish meal mahal, yakni di atas 1.000 dollar AS per ton. Naiknya harga MBM di Indonesia hingga 415 dollar AS per ton sebetulnya bisa diatasi dengan penggunaan soybean meal. Namun, harga soybean meal juga tinggi, yakni mencapai 350 dollar AS per ton. </p>
<p>Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Fenni Firman Gunadi mengatakan, rendahnya harga MBM dari AS tidak memberikan nilai tambah bagi industri pakan ternak. Meskipun harga MBM asal AS jauh lebih rendah dari Australia dan Selandia Baru, ketika sampai di Indonesia harganya tetap tinggi. </p>
<p>&#8220;Kita sudah mengingatkan berkali-kali, dan sudah mengajukan tim teknis untuk dikirim ke AS supaya ada persaingan bebas dalam impor MBM. Namun belum ditanggapi,&#8221; katanya. (MAS) Kompas Jumat, 20 Juli 2007 </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=11&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/mentan-tidak-ada-monopoli-mbm-potensi-as-harus-dimanfaatkan-maksimal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Impor MBM dari AS agar Diperluas, Mentan: Sebelumnya Justru Mereka Menentang</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-dari-as-agar-diperluas-mentan-sebelumnya-justru-mereka-menentang/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-dari-as-agar-diperluas-mentan-sebelumnya-justru-mereka-menentang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 05:51:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-dari-as-agar-diperluas-mentan-sebelumnya-justru-mereka-menentang/</guid>
		<description><![CDATA[Kalangan industri pakan ternak mendesak Departemen Pertanian memperluas cakupan impor tepung tulang dan tepung daging (meat and bone meal/MBM) asal Amerika Serikat. Mereka menilai tuntutan itu sesuai dengan komitmen awal pemerintah terkait impor bahan baku pakan dari AS itu. Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Fenni Firman Gunadi, Jumat (20/7) di Jakarta, sejak Agustus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=10&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalangan industri pakan ternak mendesak Departemen Pertanian memperluas cakupan impor tepung tulang dan tepung daging (meat and bone meal/MBM) asal Amerika Serikat. Mereka menilai tuntutan itu sesuai dengan komitmen awal pemerintah terkait impor bahan baku pakan dari AS itu. <span id="more-10"></span></p>
<p>Menurut Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Fenni Firman Gunadi, Jumat (20/7) di Jakarta, sejak Agustus 2006 pemerintah memutuskan membuka impor MBM asal AS secara terbatas, atau hanya disuplai dari produsen Baker Commodities Inc, USA. </p>
<p>Berdasarkan hasil survei lapangan yang dilakukan tim dari Direktorat Jenderal Peternakan, produk MBM yang dihasilkan perusahaan itu dinyatakan aman dari kontaminasi penyakit sapi gila (Bovine Spongiform Encephalopathy atau BSE). </p>
<p>Apabila hasil evaluasi selama enam bulan tidak menemukan adanya risiko kontaminasi BSE, pemerintah akan membuka impor MBM yang diproduksi oleh produsen lainnya di AS. </p>
<p>&#8220;Kenyataannya, sampai sekarang impor dari perusahaan lain belum juga dibuka. Beberapa produsen lain yang mengajukan belum mendapat tanggapan,&#8221; kata Fenni. </p>
<p>Dengan tidak adanya pembukaan baru importasi MBM, industri pakan ternak kehilangan potensi penghematan sebesar 21 juta-26 juta dollar AS per tahun. Padahal, seharusnya semua pihak bisa memanfaatkan rendahnya harga MBM di AS dibandingkan Australia dan Selandia Baru. </p>
<p>Awalnya menentang </p>
<p>Sementara itu, Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengaku heran atas desakan untuk membuka impor MBM secara luas dari AS, mengingat sebelumnya mereka juga yang menentang ketika pemerintah berniat mengimpor MBM dari AS. </p>
<p>Meski begitu, pemerintah tetap berkomitmen untuk membuka impor MBM asal AS secara terbuka agar ada persaingan harga MBM yang sehat. </p>
<p>Terkait permohonan izin impor MBM asal AS yang belum diproses, Mentan berjanji pihaknya akan menelusuri kemungkinan terjadinya kesalahan. </p>
<p>&#8220;Masalah perizinan memang tidak sampai ke menteri, tetapi cukup diputuskan di tingkat eselon satu saja. Kecuali bila memang ada complaint. Karena sekarang sudah ada complaint akan saya telusuri,&#8221; tegasnya. </p>
<p>Terkait dengan kebijakan membuka impor MBM baru dari AS, di luar Australia dan Selandia Baru, Mentan menegaskan bahwa kebijakan yang dia ambil sudah tepat. Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Don Utoyo mengatakan, tidak ada masalah lagi dengan pembukaan impor MBM asal AS. Masalahnya hanya mengapa importirnya tunggal. </p>
<p>Berdasarkan data yang diperoleh, sejak 1 Januari-20 Juli 2007 harga MBM terus meningkat. Harga MBM asal Australia per 1 Januari sebesar 365 dollar AS per ton, sampai 20 Juli naik 45 dollar AS menjadi 410 dollar AS. </p>
<p>Pada periode yang sama MBM asal Selandia Baru harganya naik dari 365 dollar AS per ton menjadi 408 dollar AS. Sementara MBM asal AS yang diimpor melalui Baker Commodities Inc naik dari 340 dollar AS menjadi 400 dollar AS. (MAS) Kompas Sabtu, 21 Juli 2007  &#8211; </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=10&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/impor-mbm-dari-as-agar-diperluas-mentan-sebelumnya-justru-mereka-menentang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Waspadai MBM Kanada, Dua Tahun Silam Negara Itu Masih Berisiko Tinggi Sapi Gila</title>
		<link>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/waspadai-mbm-kanada-dua-tahun-silam-negara-itu-masih-berisiko-tinggi-sapi-gila/</link>
		<comments>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/waspadai-mbm-kanada-dua-tahun-silam-negara-itu-masih-berisiko-tinggi-sapi-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 05:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mingguanindonesia</dc:creator>
				<category><![CDATA[MBM/ MDM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/waspadai-mbm-kanada-dua-tahun-silam-negara-itu-masih-berisiko-tinggi-sapi-gila/</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah dalam waktu dekat akan menambah sumber impor tepung tulang dan tepung daging atau meat and bone meal/MBM. Setelah memperluas jaringan impor MBM ke Amerika Serikat, kini giliran Kanada yang akan menjadi target pemasok bahan baku untuk industri pakan ternak di Indonesia. Menurut Menteri (Mentan) Pertanian Anton Apriyantono pekan lalu, pihaknya telah mengirim tim verifikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=9&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah dalam waktu dekat akan menambah sumber impor tepung tulang dan tepung daging atau meat and bone meal/MBM. Setelah memperluas jaringan impor MBM ke Amerika Serikat, kini giliran Kanada yang akan menjadi target pemasok bahan baku untuk industri pakan ternak di Indonesia. <span id="more-9"></span></p>
<p>Menurut Menteri (Mentan) Pertanian Anton Apriyantono pekan lalu, pihaknya telah mengirim tim verifikasi ke Kanada sehubungan kemungkinan dibukanya keran impor MBM dari negara itu. &#8220;Dalam waktu dekat satu lagi tim verifikasi juga akan diberangkatkan. Untuk Kanada bahkan sudah ada yang approve, calon perusahaan eksportir MBM ke Indonesia,&#8221; ujar Mentan. </p>
<p>Dengan adanya MBM asal AS dan Kanada, tidak akan ada lagi dominasi produk MBM oleh Australia dan Selandia Baru. Selama ini atau sebelum Agustus 2006 kebutuhan MBM untuk industri pakan ternak di Indonesia lebih didominasi dua negara itu. Sekarang sudah ada negara lain pemasok MBM. Diharapkan, kebijakan ini bisa memberikan alternatif lain bagi industri pakan ternak untuk mencari MBM dengan harga yang semakin kompetitif. </p>
<p>MBM merupakan komponen utama yang memiliki kandungan protein tinggi bagi pakan ternak sebagai pengganti tepung ikan atau yang dikenal dengan sebutan fish meal. </p>
<p>Data Direktorat Jenderal Peternakan menyebutkan impor MBM tiap bulan berkisar 15.000- 20.000 ton. Dari jumlah itu, 50 persen MBM diimpor dari Australia, 35 persen Selandia Baru, dan sisanya 15 dari AS. </p>
<p>Ancaman BSE </p>
<p>Pilihan membuka pasar impor MBM eks Kanada mengejutkan kalangan industri peternakan, mengingat dua tahun lalu Kanada masih berstatus risiko tinggi terkait penyebaran prion (sumber penyebar penyakit) sapi gila atau bovine spongiform encephalopathy/BSE. AS bahkan terkena dampak dari meluasnya prion sapi gila asal Kanada karena letaknya yang berbatasan. </p>
<p>Saat ini Kanada dikategorikan neglected risk atau negara dengan kemungkinan penyebaran prion yang bisa diabaikan. </p>
<p>Terkait pencegahan meluasnya prion BSE dari Kanada, Pemerintah Indonesia tidak lagi menerapkan larangan impor berdasarkan negara asal tetapi lebih pada sistem zonasi (zone base). </p>
<p>Menanggapi rencana impor MBM dari Kanada, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Fenni Firman Gunadi menuturkan, bagi industri pakan ternak senang-senang saja mendapatkan alternatif pasar untuk mengimpor karena semakin kompetitif. </p>
<p>&#8220;Akan tetapi, rencana impor MBM eks Kanada harus dilakukan secara hati-hati mengingat riwayat penularan BSE asal Kanada beberapa waktu lalu. Mengapa pemerintah tidak mengoptimalkan impor dari AS dengan memperbanyak jumlah eksportir produsen (rendering plant,&#8221; katanya. </p>
<p>Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Don Utoyo mengatakan, pemerintah seharusnya mendukung langkah industri peternakan yang menginginkan bisa menjual daging ayam dan telur dengan harga yang lebih rendah. Upaya itu bisa dilakukan jika harga pakan ternak bisa ditekan lebih rendah. </p>
<p>Untuk mencapai keinginan itu, mencari alternatif harga MBM sebagai bahan baku pakan ternak yang lebih murah merupakan solusi. Karena itu, diperlukan pesaing impor agar industri pakan ternak memiliki banyak pilihan harga. (MAS) Jakarta, Kompas Senin, 23 Juli 2007   </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/peternakan.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/peternakan.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/peternakan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/peternakan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/peternakan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/peternakan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/peternakan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/peternakan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/peternakan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/peternakan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/peternakan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/peternakan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/peternakan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/peternakan.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/peternakan.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/peternakan.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=peternakan.wordpress.com&amp;blog=1825785&amp;post=9&amp;subd=peternakan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peternakan.wordpress.com/2007/10/04/waspadai-mbm-kanada-dua-tahun-silam-negara-itu-masih-berisiko-tinggi-sapi-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/afecd4dcb6fafd066fa0e382a57a0b2d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mingguanindonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
